Memaknai Sumpah Pemuda Di Era 4.0

Penulis : Baiq Dwiyan Nugrahani

Kelas : XI MIPA 1

Tugas : Sejarah Indonesia

Momentum sumpah pemuda merupakan salah satu sejarah yang amat bermakna bagi Bangsa Indonesia. Tak banyak orang yang bisa memaknainya kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan. Banyak yang mengerti, tak sedikit yang paham, tapi tak banyak yang bisa mempertanggungjawabkan pemahamannya. Terlebih di era revolusi 4.0 saat ini yang sangat lumrah dengan generasi milenialnya. Dimana, tingkat ketidakpedulian serta kemalasan terhadap suatu hal yang terbilang kurang atau bahkan tidak kekinian sudah menjadi ciri khas dari mereka. Padahal pada dasarnya, mereka berada dizaman yang bergelimang teknologi. Yang justru berbanding terbalik dengan pemuda zaman dulu yang bersusah payah berupaya menyatukan orang-orang, menyebarluaskan informasi melalui sebuah perhimpunan dan media informasi sederhana, bukan melalui sebuah genggaman yang dilakukan layaknya milenial yang serba ada.

Kekuatan Indonesia terletak pada kesatuan keberagaman yang dimilikinya. Pemuda zaman dulu sudah membuktikan kekuatan itu melalui Sumpah Pemuda yang dicetuskannya. Namun, apa jadinya bila kita sebagai generasi muda malah turut memperkeruh kekuatan itu dengan isu perpecahan yang ada. Padahal, hanya kita generasi mudalah harapan bangsa. Di era revolusi industri ini, yang diperlukan adalah karakter yang kuat dan skill yang mantap. Di Indonesia sendiri, banyak disediakan wadah-wadah untuk membentuk hal tersebut, banyak komunitas dan organisasi yang bisa diikuti. Seperti halnya OSIS, Pramuka, PMR, dan sebagainya. Disamping juga didukung oleh pengajaran dan didikan dari lingkungan yang tepat akan menjadi suatu perpaduan yang hebat. Seperti pada lingkungan sekolah, melalui peran guru dengan mengandalkan kepiawaian dalam memahami dan mendalami karakter siswa, agar lebih mudah menginternalisasikan bibit-bibit karakter positif dalam pribadi mereka. Utamanya yang akan sejalan dengan persatuan dan kesatuan serta rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa. Tapi lazimnya sekarang ini, banyak yang tak sadar akan pentingnya hal tersebut. Padahal jika ditelaah, zaman milenial adalah zaman yang mudah jika mau memanfaatkan apa yang ada. Jika sudah membentuk karakter dan skill tersebut, tinggal mendayagunakan teknologi yang ada untuk mengembangkan potensi. Karakter itu sangat dibutuhkan untuk menghadapi kerasnya isu-isu perpecahan antar anak bangsa. Sedangkan skill dibutuhkan untuk menetralisir keterbelakangan demi menggapai kemajuan dengan teknologi yang ada.

Sejarah akan selalu ada dan akan terus berguna untuk masa depan sebuah bangsa. Tapi tentu dengan mempelajari dan memeras intisari positif yang ada didalamnya. Semarak perjuangan pahlawan harus tetap dihadirkan dalam jiwa pemuda. Salah satu cara pembuktian dalam konteks milenial ini adalah dengan unjuk potensi yang meranah pada kekreatifitasan anak bangsa. Suatu kreatifitas akan tercipta jika ada rasa penasaran lalu mencoba hal baru dengan kepenasaran itu. Yang dibutuhkan generasi milenial saat ini adalah kemauan untuk melawan rasa malas serta keluar dari zona nyaman yang mengikatnya. Skill yang sudah berkembang, lalu diimbangi oleh kemauan yang kuat akan melahirkan tangga masa depan yang gemilang.  Dengan melihat kebelakang kemudian menyatukan notasi frekuensi skill yang sama, akan membuat Indonesia lebih maju daripada hanya memanfaatkan teknologi dengan cara mengada-ada atau bahkan hanya berkecimpung di dunia maya saja. Banyak yang bisa ditorehkan, banyak yang bisa diberikan, namun tak banyak keingingan untuk melakukannya. Pemuda yang hebat adalah pemuda yang mampu melawan rasa malas serta ego dalam dirinya. Indonesia tak melulu membutuhkan pemuda yang berwawasan saja, tapi juga yang inovatif dan mau bergerak menunjukkan kemampuannya.

Semarak persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun pemuda zaman dulu harus tetap ada apapun zaman nya, siapapun pemudanya, dan bagaimanapun keadaannya. Apalagi jika mampu memanfaatkan keberadaan zamannya tanpa menghilangkan nilai perjuangan pahlawannya akan membentuk harmoni yang indah pada masanya. Pemuda zaman dulu sudah berjerih payah membentuk, kini saatnya kita melanjutkan perjuangan untuk memajukan serta mengharumkan nama Indonesia. Jangan hanya berpikir untuk terus mengonsumsi, tapi berpikirlah bagaimana agar bisa memproduksi. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, dan hanya akan dikelola oleh pemuda dizamannya. Kekuatan pemuda dari dulu hingga sekarang tak surut dibutuhkan. Karena hanya pemudalah tombak kemajuan untuk bisa menembus peradaban hingga semua bisa menuai hasil yang dituang. Jadilah pemuda milenial dengan semangat juang yang sama dengan pahlawan sumpah pemuda. Dimana, pemuda yang seperti itulah yang diharapkan dan dibutuhkan oleh bangsa. Sekarang adalah masanya, sekarang adalah saatnya, dan sekarang waktu yang tepat bagi pemuda milenial untuk bergerak berevolusi kezaman 4.0 yang sebenarnya.