ditulis oleh: Marcika “dingin banget ya Tik” ucap Monika sambil sedikit berteriak di atas motor, “ini mah lagisimulasi di kutub ga sih Mon?” ucap Tika sambil tertawa.
Ya disini lah Mereka, di jalan yang sangat dingin di kelilingi oleh pepohonan yang lebat dan beberapa Monyet yg sedang duduk di tepi jalan, kali ini tujuan mereka bukan lah Pantai atauMall yang biasa Mereka kunjungi, kali ini tujuan Mereka Adalah perbukitan. Memang terdengaraneh dua Perempuan yang tidak punya pengalaman mendaki tiba-tiba nekat mencoba hanyabermodalkann nyali serta doa ibu.
2 jam berlalu, hingga tiba lah Mereka di tempat registrasi menuju bukit ANAK DARA
“Kira-kira Kita bisa sampe puncak ga ya Mon?” ucap Tika yang syok melihat track anak darayang sangat menakutkan. “bismillah bisa lah, sesekali kita tes doa ibu ga si Tik” ucap Monika sambil tertawa, “udahlah daripada begong disini, mending Kita langsung berangkat aja, dikit kokini Cuma 1923 MDPL doang” kata Monika menyemangati Tika
Akhirnya mereka mulai berjalan, Langkah demi Langkah di lalui, deru napas mereka terdengar, tidak ada pembicaraan hanya focus pada “kapan kita sampe puncak ya?” padahal pos 1 sajabelum mereka lalui. Hingga akhirnya Dimana mereka melihat papan “pos 1 1400MDPL”, Mereka bernafas lega, senyum mulai terukir di ujung bibir mereka “akhirnya mon, kita sampe di pos 1” ucap Tika terharu, “iya kan tik, akhirnya kita bisa” ucap monika.
Namun disitu Tika melihat sesuatu yang janggal Tika melihat seorang laki-laki yang bersandar di pepohonan dan mengatakan “baby, kok kamu lama banget” ucap si laki-laki kepada monikasambil cengengesan. “serius ni? Bahkan di gunung pun aku disuruh jadi nyamuk? What the hell”kata tika yang kesel, dull dan monika pun tertawa melihat tingkah tika.
Yaa, abdull atau yg sering di sapa dull Adalah kekasih dari monika, hubungan yang penuhdengan act of bullying itu yang membuat mereka bertahan selama 2th ini.
Setelah mereka beristirahat cukup lama di pos 1, akhirnya mereka mulai jalan lagi dengan posisitika di depan sementara monika dan abdull di belakangnya. “tik tik, bisa gini gaa?” kata monikayang memamerkan abdull yang sedanng menggandengnya. Tika yg melihat itu berkata “ih, liataja nanti di atas, aku jamin aku bakal dapet cowok, tiap hari aaku bakal pamerin” sahut tika ketus
Monika membalas “alah, emang nasibmu ga sih buat jadi nyamuk tiap saat?” tawa abdulll dan monika pecah.
“apasih” sahut tika.
Mereka melanjutkan perjalanan hingga mendekati pos 2, track yang di lalui cukup curam dan tika merasa dia tidak bisa namunn dia terus berjalan hinngga Dimana dia merasa kesulitan dan hanya duduk di tempat itu, dia ingin meminta tolong namun dull dan monik tidak keliatan batanghidungnnya.
“yaampunn, minta tolonng siapa wey, masa minta tolonng ke yang di depan itu? Malu bangetdeh, tapi kalau ga minnta tolong gimana aku naiknya kalau nanti aku jatoh gimaana? Makin nyusahinn yanag evakuasi ga sih? Tapi kalau nungguin yang dua itu kelamaan atuh, bingungbanget” ucap tika dalam hati
Tika hanya duduk terdiam di tempat sambil melamun memikirkna bagaimana cara dia untukselamat. Beruntunngnya dua laki-laki tadi melihat Tika yang sedang kesulitan di belakang dan berniat unntuk membantunya, “balik bentar dlu yak, kasian tuh cewek kayakya kesulitan” ucapDoyok ke temannya. “oke, aku tunggu disini ya, sekalian aja suruh barengan daripada dia sendirikan” ucap Dengklek
Doyok pun balik dan menawarkan bantuan ke Tika, “mau di bantu ga kak, sini pegang” ucapDoyok sambil mengulurkan tangannya. Tika yang saat itu hanya mementingkan nyawanya sajalangsung menarik uluran tangan dia, Tika juga tidak lupa mengucapkan makasih kepada diakarna udah mau membantu tika. Setelah Tika naik lalu mereka menghampiri Dengklek untukjalan barengan. Jangan tanya Dimana Abdull dan Aonika udah pasti mereka masih pegangansambil jalan berdua di belakang.
Saat sedang berjalan denngklek bertanya “kesini sendiri kak?”, Tika menjawab “ga, harusnyaberdua tpi ternyata temennku bawa cwonya jadi aku bertiga, tapi yg dua itu jauh di belakang, biarin aja pasti mereka selamat” ucap Tika. “eh iya, btw kita belum kenalan kan? Namaku Tika, kalau kalian?”, “aku Doyok sama yg di sebelahku Dengklek” jawab Doyok.
“ih lucu banget Namanya, Doyok dan Dengklek” ucap Tika sambil tertawa.
“eh maaf ga bermaksud mengejek kok hehehe” kata Tika sambil tersenyum
“iya, gapapa bukan pertama kalinya juga kok” kata Doyok
“yoi, sans ae kalau ma kita mah” sahut Dengklek
Setelah percakapan itu, mereka hanya berjalan tidak ada pembicaraann lagi namun doyok selalumemperhatikan Tika dan selalu memenganng tangan Tika hingga pos 2 (tanjakan cinta). Ya, mereka telah sampai di tanjakan cinta dan sedikit lagi menuju punncak, namun dengklek salfokdengan tangan doyok dan tika yg selalu bergandengan, “perasaan ga lepas-lepas tuh tangan” ledek dengklek. Tika yg sadar pun berkata “eh, kayaknya aku bisa deh”
“beneran bisa kan?” doyok memastikan tika bisa
“iya, nanti kalau ga bisa aku diem” ucap tika
Dengklek pun tertawa dan berkata “kalau di gunung semua cwo emang manis tik, jangangampang percaya yaaa”
Tika yg ga peduli pun langsung lanjut untuk berjalan disusul dengan doyok di belakangnya
“yaelah di tinggal dong, tau gitu tdi aku bawa si niken aj” ucap dengklek sambil menghela napas
Mereka melanjutkan perjalanann menuju puncak, sesekali doyok juga membatu tika yang hampirsaja terjatuh, tidak ada pembicaraan hanya hawa dingin yang terasa. tak terasa puncak sudah di depan mata dan finally mereka bisa sampai puncak dengan keadaan selamat dan aman.
Sambil nunggu monika dan dull sampai, mereka menyempatkan diri untuk makan dann foto-fotodi punncak. Sekitar 30 menit tika menunggu barulah abdulll dan monika sampe denngan mukayg keliatan cape dan penuh debu, mereka istiraht, makan lanjut foto-foto. Sekitar 1 jam merekadi puncak lalu berniat untuk turun.
Doyok yg saat itu melihat bunga yg indah berwarna putih berinisiatif untuk mememtikannyauntuk di berikan kepada tika, banyak yg melihat adegan itu dan berkata “when ya di kasih bunga di puncak” ada juga yang “when ya mountain date” dan banyak lainnnya, pdahal mereka hanyasebatas TEMAN SEPENDAKIAN.
Tika yang saat itu bingunng untuk berekpresi gimana hanya mampu terdiam lalu mengammbilbunga yg di berikan doyok, padahal dalam hatinya berteriak, salto, salting namun tidak bisa iakeluarkan demi menjaga IMAGE.
Saat turun doyok dan tika selalu berpegangan karna jalur yg curam dan cukup membuat doyokkhawatir jika tika sendiri terlebih lagi ini pertama kalinya bagi tika untuk mendaki, sedangkanmonika sudah ada abdull yanng selalu membantunya.
Dunia seakan milik mereka berdua, Tika yang panik dan Doyok yang kalem, selama perjalanan turun Tika tidak berhenti berbicara “ya Allah kalau aku bisa turun, aku akan membeli makanan umkm agar mereka bisa dapat uang”, “beri aku keselamatan ya allah, takutnya kalau aku meninggal sekarang nanti ga dapet uang dri sumbangan kan masih libur” dan banyak lagi. Doyok yang mendengar itu hanya tertawa kecil dan berusaha mengarahkan Tika ke arah yang lebih aman agar dia tidak merasa panik.
Perjalanan pulang ternyata lebih lama daripada saat mereka naik, namun semuanya berjalan dengan aman dan bisa sampai basecamp dengan selamat. Saat mendekati basecamp, Dengklek meminta social media Tika “Tik, boleh minta ig ga? Buat nambah followers gitu”
“boleh-boleh, tapi ga ada sinyal ni, catet dlu aja ntr follow di rumah” usul Tika
“boleh-boleh username lo apa?” tanya Dengklek
“tika***” ucap Tika
“oke thanks, nanti follback yaa” kata Dengklek
Tika pun berjalan duluan untuk mengahmpiri Monika.
Doyok yang saat itu baru selesai dari kamar mandi dan tidak sengaja mendengar sedikit percakapan Dengklek dan Tika pun bertanya “Buat apa ig si Tika? Tanya Doyok.
“ya buat lo lah, biar bisa mountain date beneran gitu, jadi ga ada tuh adegan mountain date padahal cuma temen” ledek Dengklek sambil berjalan ke kamar mandi
Mereka terpisah sampai situ, tidak ada lagi percakapan, tidak ada lagi adegan mesra, hanya tersisa secuil kenangan yang tak terlupakan.
Tika yang saat itu menghampiri Monika dan Dull pun mulai berbagi kebahagiaan yang diarasakan, monika dan dull hanya mendengar dan beberapa kali meledek dan menjawab ocehantika.
“Mon, kalau aku tau cwo gunung manis-manis, mending aku main ke gunung tiap bulan daripada ke pantai doang” ucap Tika sambil senyum-senyum membayangkan kejadian yang tadi.
Monika yang geli melihat Tika hanya berkata “pret, kayak bakal punya pacar bae”
Tika mendengkus “sabar lah, mana bisa instan gitu”
“yayayayaya mimpi lah sesukamu” ucap Monika
*Tika lalu membayangkan kejadian di track itu, manisnya si cowo, hangatnya genggamannnya, perhatiannya, hingga monika menepuk Pundak tika….
“Tik, Tik kamu kenapa wey? Sadar Tik, kita kehabisan bensin ni di Tengah hutan, gimana cara baliknya”, panik monika, Monika mellihat sekelilingnya yang banyak monyet dan berkata “mana banyak Monyet lagi, kamu ga ke sambet kan Tik”
Monika mengguncang-guncang bahu Tika dengan panik. Tika mengerjapkan mata, buyar sudah bayangan wajah cowok ganteng bernama Doyok yang ada di kepalanya. Pemandangan di depannya langsung berubah drastis. Bukan puncak gunung yang indah, melainkan jalanan sepi di tengah hutan.
Tika yang sadar dengan lamunannya pun syok “eh Mon, di belakang ada monyett yg ngejer” ucap Tika sambil ancang-ancang mau lari
“Monnn tolongg…. Aku kira kita udah sampe puncak terus aku ketemu cowo ganteng, wangi, gentle bangettt ihhh sesuai bangett sama type akuuu” ucap Tika sambil berlari
“kamu gila sih Tik” ucap Monika sambil lari ngosngosan
Keringet bercucuran dari badan mereka, hawa yang dinngin berganti menjadi panas dan yaaa ituhanyalah Haluan dari si tika yang jomblo akut dann pada akhirnya mereka ga sampai puncak dan berujung di kejer monyet yang kelaparan….
GUNUNG HANYALAH TEMPAT MENCARI KETENANGAN BUKAN KENANGAN…..
–TAMAT–
Tinggalkan Komentar