Gelar 'Sabtu Budaya', SMAN 1 Pringgarata Tampilkan Tari Daerah dan Senam Gemar Gatra

SMAN 1 Pringgarata | Mengisi program ‘Sabtu Budaya’, SMA Negeri 1 Pringgarata setiap minggunya rutin menggelar senam Gemar Gatra dan menampilkan berbagai tarian nusantara, khususnya tarian daerah Nusa Tenggara Barat. Untuk kegiatan Sabtu Budaya hari ini, Sabtu, 21 Agustus 2021 diisi dengan menampilkan tari Ratoh Jaroe.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap salah satu program unggulan terbaru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Hablul Warid, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan pentingnya program Sabtu Budaya guna merawat kearifan lokal di tengah arus globalisasi saat ini. Menurutnya, program ini merupakan momentum peserta didik mengekplorasi kreasi dan kreatifitas masing-masing.

“Untuk itu, kita memberikan kesempatan bagi peserta didik menampilkan potensi masing-masing secara bergiliran setiap minggunya” ucap Hablul Warid, pada Sabtu (21/8).

Dalam kesempatan yang sama, pembina sekaligus pelatih ekstrakurikuler tari, Rohmayanti, S.Pd., mengatakan bahwa pertunjukan tari ini merupakan bentuk apresiasi terhadap budaya nusantara, sekaligus memberikan edukasi terhadap peserta didik tentang tari Ratoh Jaroe asal provinsi Aceh.

“Selain melakukan senam Gemar Gatra dan menampilkan tarian NTB, kami juga mencoba tarian-tarian dari daerah lain di Indonesia sebagai bentuk pengenalan budaya nusantara kepada peserta didik. Ini terinspirasi dari pembukaan Asian Games 2018 yang menampilkan tari Ratoh Jaroe oleh 1600 siswi SMA,” tutur Rohmayanti yang juga merupakan guru Sejarah dan aktif dalam berbagai event kebudayaan nasional.

Sebagai informasi, senam Gemar Gatra merupakan karya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Dalam setiap gerakan pada senam ini memperkenalkan berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional masyarakat Indonesia, khususnya di NTB.

Untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam melakukan gerakan senam Gemar Gatra, Guru Penjaskes SMAN 1 Pringgarata mewajibkan peserta didik melakukan senam tersebut setiap akan memulai pembelajaran.

Sementara itu, tari Ratoh Jaroe yang ditampilkan kali ini merupakan tari kreasi karya seorang seniman asal Aceh yakni Yusri Saleh atau biasa disapa dengan sebutan Dek Gam. Gerakan tari Ratoh Jaroe merupakan gabungan dari gerakan-gerakan yang berasal dari tarian tradisional asal Aceh lainnya yakni seperti tari Ratoh Duek, Rateb Meusekat, Rapai Geleng, dan Likok Pulo.

Gerakan-gerakan pada tari Ratoh Jaroe sendiri didominasi oleh gerakan tangan dan dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap. Hal tersebut merupakan perwujudan dari nama tari Ratoh Jaroe sendiri yang memiliki arti berdzikir atau mengingat Allah SWT melalui gerakan tangan.

Tarian ini terdiri dari gerakan dalam posisi duduk, berlutut, membungkukkan badan, menepuk dada, menggelengkan kepala, menggerakkan tangan ke kanan dan kiri, serta gerakan lainnya yang sekilas mirip dengan tari Saman.