By Naura Priska Maryam XI.2
“Rumit”,kata yang paling cocok untuk keadaan saat ini. Aku tidak tahu, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seakan-akan semua ini menjadi teka-teki yang hinggap di kepala, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul, yang aku sendiri sama sekali tidak bisa menjawabnya.
Waktu terus berputar, begitu juga dengan hidup yang terus berjalan. Semakin hari terasa sangat sulit melangkah, membiarkan diri terasa semakin putus asa. Namun inilah hidup, hidup yang memiliki banyak makna. Hidup yang memiliki banyak tantangan, seolah kita tidak dibiarkan untuk bernafas sedetik pun.
Hidup selalu memberikan pelajaran yang berharga, yang tidak terlepas dari ingatan. Tentang bagaimana cara bertahan, menghadapi, melawan, menjalankan, dan mengikhlaskan. Tidak terlepas dari itu semua jika hidup sangatlah berharga, ibaratkan seperti emas yang memiliki harga setinggi langit.
Hidup terkadang banyak disepelekan, dianggap menjadi hal yang biasa,tidak terfokuskan, tidak diprioritaskan, semua orang terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing, sampai lupa bagaimana cara hidup yang sehat hidup yang diinginkan.
Jika dipikirkan hal ini tentu sangatlah rumit. “Hidup” kata yang terus terlintas setelah “Rumit”, jika digabungkan, banyak yang mengira bahwa “Hidup itu rumit”. Padahal itu tergantung pada diri kita sendiri, ingin menganggap hidup itu rumit, atau hidup itu adalah hal yang membahagiakan. Itu semua tidak terlepas dari kemauan orang itu sendiri, tetap ingin berpikir dijalan yang rumit, atau berpikir dijalan yang bahagia.
Apapun itu, ingatlah bahwa your life is yours, not someone els’e. So value your life, because your life is the most important happiness within you.
Tinggalkan Komentar