By Naura Priska Maryam XI.2
“We’ve been through all the ups and downs, and we’ll continue to go through it all, no matter what the future brings, there’s nothing left to fear, let’s go to the absolut present, to that super moment, when we’re at our stronger and standing at the top…” (Mark Lee)
Kalimat itu merupakan salah satu motivasi terbesar dalam hidupku. Suka dan duka telah banyak ku alami. Langkah demi langkah telah ku lalui, namun itu semua baru permulaan, aku tahu ini semua adalah awal dari perjalanan hidupku. Bab baru telah dibuka, lembaran awal baru terlihat, tidak tahu di pertengahan dan ujung cerita ada hal apa yang menanti disana, yang bisa ku lakukan adalah mempersiapkan diri.
Aku tahu jika aku bisa, namun aku takut. Ketakutan adalah musuh terbesar dalam hidupku. Ketakutan lah yang menghantui pikiran, ketakutan adalah musuh yang sulit dikalahkan. Ketakutan yang membuatku ragu kepada diriku sendiri. Itulah ketakutan, hal yang tidak pandang bulu.
Sampai saat ini aku masih takut. Takut hal apa yang ada di depan sana, hal apa yang harus ku hadapi, takut aku akan gagal, takut mencewakan orang yang ku sayangi. Hidup dalam ketakutan adalah hal yang paling tidak ku inginkan. Aku hanya bisa berharap, hal yang ku lalui dan jalani adalah hal yang paling terbaik.
Selain itu, selama ini hidup tidak terlepas dari namanya jatuh dan bangun. Disaat kalanya kita jatuh, tidak ada alasan untuk tidak bangun kembali, jatuh dan bangun sudah menjadi hal yang lumrah, tapi mengapa itu selalu terasa berat?, terasa menyakitkan?. Selalu ada rasa ketidak relaan dalam kegagalan, namun apa boleh buat selain berjuang kembali. Jatuh dan bangun itu sendiri telah kurasakan, sangat tidak terlepas dari itu semua. Rasa lelah, tangis, dan bahagia, cukup hadir dalam hidupku. Aku menangis ketika aku gagal, aku bahagia ketika aku berhasil. Beribu banyak hal telah ku alami, tubuhku melawan semua rasa lelah yang aku alami. Ingatan perjuangan yang kerap datang sebagai mimpi.
Ribuan air mata yang harus direlakan keluar begitu saja, ribuan harapan yang tidak sesuai kenyataan, sebuah kegagalan yang kembali membentuk ketakutan. Banyak harapan yang diinginkan, harapan yang tersusun rapi, namun harapan itu terkadang hilang, seakan bukan miliku, tetapi terkadang ia ada, seakan ia adalah milikku dan untukku. Aku hanya bisa menjawabnya dengan sebuah senyuman, yang aku sendiri tidak tahu itu tulus atau tidak. Harapan yang kuinginkan tidak hanya terdapat di masalalu,masa sekarang, tetapi juga di masa depan
Masa depan yang semakin terasa sangat jauh, masa depan belum ada di genggaman sendiri. Masa depan seperti sebuah teka-teki yang harus dipecahkan. Masa depan sendiri tercipta dari sebuah perjuangan, ini seperti bukan hanya tentang masa depan, tetapi bagaimana perjuangan yang kita lakukan untuk menggapai masa depan. Menggapai masa depan tentu tidaklah mudah, banyak pengorbanan ikut andil dalam hal tersebut.
Ketakutan, kegagalan, dan masa depan, bergabung menjadi satu, seperti kesatuan yang utuh yang tidak bisa dipisahkakn, tali yang erat seakan-akan mengikat mereka erat tidak terputus. Pikiran-pikiran tentang mereka kembali muncul, membentuk sebuah pertanyaan. Tetapi aku sangat bersyukur, dari itu semua, karena berfikir yang positif memanglah sangat sulit, namun aku selalu berusaha menyakinkan diri jika aku adalah orang yang bisa, bisa melawan itu semua, bisa melawan keraguan didalam diriku, bisa meyakini diriku sendiri, bisa kembali percaya dan mencintai diriku sendiri.
Seharusnya aku tidak terlalu terpaku terhadap ketakutaan dan kegagalan di masa depan, aku ingin bebas mencintai diriku sendiri untuk mengejar semua keraguaan yang ada. Saat ini aku harus tekankan dengan kuat di dalam hati jika aku bisa, bisa melewati semua yang ada di masa depan. Kita hanya perlu fokus untuk masa kini untuk mempersiapkan masa depan. Semoga, semoga, dan semoga.
Masa depan biarlah tetap menjadi sebuah rahasia untuk saat ini, rahasia yang akan selalu ku nanti kedatangannya. Semua ini tentang waktu. Ketakutan, kegagalan, masa depan, biarkanlah waktu yang berbicara dan menjwab semuanya, waktu sebagai akhir penentu dari itu semua. Waktu terus berjalan mengiringi menuju masa depan.
Tinggalkan Komentar