Kesenian

Ekstrakurikuler Kesenian

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu peletak dasar untuk meningkatkan perkembangan sikap dan keterampilan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan selanjutnya. Seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.

Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal adalah hal yang sangat penting. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak akan mempengaruhi perilakunya di kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan fisik anak akan menentukan keterampilan dalam bergerak. Selain itu, anak akan membawa perubahan besar dalam pola kehidupannya, seperti perubahan sikap, nilai, dan perilaku.

Seperti yang diungkapkan oleh Semiawan (2008) bahwa “pelaksanaan proses belajar mengajar seni budaya dalam lingkungan sekolah diwadahi dalam dua kegiatan pembelajaran yakni dalam kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler”. Kedua proses kegiatan pembelajaran seni itu memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya.

Pada kegiatan pembelajaran seni intrakurikuler tujuan pembelajaran dioptimalkan sesuai dengan ketentuan rambu-rambu kurikulum yang di dalamnya tergambar dengan jelas dan sistematis tentang kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Tingkatan kompetensi ini dirumuskan secara jelas, sistematis dan hirarki. Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran seni ekstrakurikuler lebih menekankan pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya.

Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan dalam masyarakat dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler kesenian dapat mendukung kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, serta untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.

Jenis kegiatan ekstrakurikuler kesenian yang dikembangkan di sekolah terdiri dari beberapa jenis kesenian diantaranya, seni musik, rupa, teater dan seni tari. Keempat jenis ektrakurikuler ini memiliki target capaian yang berbeda disesuaikan dengan karakteristik bidang seni yang dikembangkan.

Pola kegiatan ekstrakurikuler kesenian yang dikembangkan di sekolah lebih menekankan untuk memberikan beragam pengalaman praktik berkesenian seperti seni musik, seni tari, seni rupa, ataupun seni teater. Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler kesenian lebih menekankan pada aktivitas “belajar sambil melakukan” (learning by doing), sebagai upaya menstimulasi keberanian peserta didik untuk mengekspresikan ide atau gagasan seni mereka dalam bidang seni musik, seni tari, seni rupa, ataupun seni teater.

Kegiatan ekstrakurikuler kesenian juga dipandang penting sebagai suatu kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan kreativitas peserta didik. Kreativitas ini merupakan elemen penting dalam Pendidikan Kesenian dan hanya dapat diperoleh dengan melakukan beragam pengalaman praktik secara terus-menerus. Cara belajar peserta didik yang lebih mengutamakan kreativitas kesenian memiliki pendekatan dalam proses pembelajaran.

Terkait dengan pembelajaran seni tari, Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang dilakukan oleh anak-anak usia remaja. Salah satunya adalah tarian Gandrung, tarian ini biasanya dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan yang berusia remaja secara berpasangan. Bentuk penyajian tari Gandrung berupa musik khas, dimana di dalamnya terdapat syair yang berbentuk sampiran, pesan dan ada pula yang tidak mempunyai arti.

Hal yang menarik dalam Tari Gandrung terdapat unsur gerak, lagu dan dialog yang merupakan perpaduan dari cabang-cabang seni yaitu seni tari, seni musik dan seni drama. Tarian ini awalnya menjadi hiburan untuk prajurit setelah pulang berperang dari medan perang. Hingga berjalannya waktu, tarian ini dijadikan sebagai tradisi masyarakat suku sasak.

Ekstrakurikuler Kesenian SMAN 1 Pringgarata

Ekstrakurikuler kesenian merupakan salah satu ekstrakurikuler yang diadakan di SMA Negeri 1 Pringgarata. Ekstrakurikuler kesenian ini mempunyai tujuan agar siswa dapat mengembangkan bakat dan minat terhadap kesenian baik kesenian daerah maupun kesenian nasional.

Macam–macam ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Pringgarata antara lain :

  1. Ektrakurikuler Paduan Suara. Ektrakurikuler Paduan Suara merupakan salah satu ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat siswa dibidang menyanyi. Ekstrakurikuler paduan suara tersebut juga digunakan sebagai pengiring upacara bendera maupun upacara hari– hari besar lainnya.
  2. Ekstrakurikuler Band. Ekstrakurikuler Band merupakan salah satu ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat siswa bermain band. Kegiatan ini diadakan setiap hari sabtu setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Selain untuk mengasah dan mengembangkan bakat siswa di bidang musik, ekstrakurikuler band juga untuk mengikuti kegiatan perlombaan.
  3. Ekstrakurikuler Lukis dan Kriya. Ekstrakurikuler lukis dan kriya merupakan kegiatan berkarya seni rupa yang diajarkan di SMA Negeri 1 Pringgarata. Kegiatan ini diadakan untuk mengasah bakat siswa yang memiliki bakat dalam melukis dan berseni kriya.

Adapun struktur kepengurusan ekstrakurikuler kesenian SMAN 1 Pringgarata sebagai berikut:

Pembina : Syazwi Hamdani, S.Pd

Pelatih Seni Tari : Rohmayanti, S.Pd

Pelatih Seni Musik dan Rupa : Syazwi Hamdani, S.Pd