Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR. Terdapat di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Kebijakan PMI dan federasi tentang pembinaan Remaja bahwa:

  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan
  5. Remaja calon pemimpin PMI pada masa depan.

Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar, dll.) yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI pada masa depan (wikipedia.org).

Di SMAN 1 Pringgarata, PMR menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan. Ekstrakurikuler/ekskul PMR merupakan ekskul yang berusia paling tua dibandingkan dengan ekskul lainnya. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 2004 di bawah binaan Ahmada Eka Fathoni, S.Pd. salah seorang guru Bahasa Inggris berpengalaman, ekskul PMR telah banyak merasakan asam garam dinamika perkembangan. Mengalami pasang surut prestasi dan pergantian kepengurusan juga telah dilalui.

Selain menjadi ekskul tertua di SMAN 1 Pringgarata, PMR telah banyak mengantongi prestasi. Selain itu ekskul PMR juga paling disegani di wilayah kabupaten Lombok Tengah.

Pada tahun 2018, ekstrakurikuler ini dibina oleh M. Rijalul Kirom, S.Pd. salah seorang guru Matematika. Selama 2 tahun terakhir ini, Beliau sangat konsen terhadap upaya mempertahankan eksistensi PMR khususnya di Lombok Tengah dan secara umum di Nusa Tenggara Barat.