Harap Senang Ada Ujian

SMAN 1 PRINGGARATA | Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkebudayaan. Salah satu dari 7 unsur kebudayaan dalam perspektif sosio-antro yakni unsur edukasi (pendidikan). Majunya sebuah bangsa tidak terlepas dari pendidikan yang moderat dan representatif dunia global.

Keberhasilan dunia pendidikan khususnya di Indonesia sangat ditentukan oleh regulasi yang efektif dan berbagai proses dalam pembelajaran. Indikator keberhasilan proses pembelajaran dapat diukur melalui berbagai proses evaluasi pembelajaran autentik yang bermutu.

Untuk menjamin mutu evaluasi pembelajaran, Pemerintah melalui Menteri menerbitkan Permendikbud No. 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar,  pengganti Permendikbud No. 58 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah atau Bentuk lain yang sederajat.

Ujian Sekolah sebagai salah satu bentuk evaluasi/penilaian akhir merupakan instrument penting dalam mengukur keberhasilan peserta didik. Untuk itu, SMAN 1 Pringgarata pada tahun pelajaran 2019-2020 ini tengah menyelenggarakan ujian sekolah tingkat satuan pendidikan.

Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) hingga hari ke-4, Kamis, 19 Maret 2020 berlangsung lancar dan tertib.  Ketua Panitia US sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Hirjan, S.Pd mengklaim penyelenggaraan US sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Ujian Sekolah SMA/SMK/SLB dan UKK SMA Tahun Pelajaran 2019-2020, yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB. Meski demikian, beliau tidak memungkiri adanya kekurangan dalam pelaksanaan ujian. Akan tetapi tidak mengurangi kualitas dari penilaian tersebut.

US dilaksanakan sejak, Senin, (16/03/2010) hingga Senin, (23/03/2020) mendatang.  Jumlah peserta yang mengikuti ujian sebanyak  171 peserta didik yang terbagi dalam 11 kelompok/ruang ujian.

Sesuai slogan ujian “Harap Senang Ada Ujian” yang tercantum dalam Juknis, Bapak Kepala Sekolah, H. Iwan Riawan, M.Pd berharap agar tercipta suasana ujian yang menyenangkan. Kata “Senang” harus diinterpretasikan dengan bijak sebagai suatu keniscayaan dalam menjalankan berbagai aktifitas kehidupan sosial, termasuk dalam pelaksanaan ujian. Sehingga pelaksanaan ujian dapat menyenangkan bagi peserta ujian, panitia, pengawas, dan masyarakat luas lainnya.