Bina Karakter Siswa Melalui Pramuka Model Blok, SMAN 1 Pringgarata Utamakan Protokol Kesehatan
SMAN 1 Pringgarataedukasinfo.com | Pasca melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2020-2021, SMA Negeri 1 Pringgarata melalui ekstrakurikuler pramuka menggelar Bina Karakter dan Mental peserta didik dalam kegiatan pendidikan kepramukaan model blok atau Pramuka Blok 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 6 (enam) hari terhitung sejak Sabtu (12/12/2020) sampai dengan Kamis (17/12/2020) mendatang yang bertempat di SMA Negeri 1 Pringgarata.
Kegiatan yang bertemakan “Mengukir Pengetahuan dan Mental melalui Gerakan Pramuka di Tengah Pandemi Covid-19” itu diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X (sepuluh) sebanyak 270 orang. Pendidikan kepramukaan model blok dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Pringgarata, H. Iwan Riawan, S.Pd.,M.Pd pada Sabtu (12/12) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah mengingatkan kepada seluruh peserta akan pentingnya pendidikan kepramukaan sehingga harus diikuti dengan serius dan penuh tanggungjawab. Disamping juga harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.
“Kegiatan kepramukaan sangat penting dan menjadi salah satu syarat kenaikan kelas dan kelulusan” tegasnya.
Pendidikan kepramukaan sendiri merupakan kegiatan wajib pada pendidikan dasar dan menengah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 63 Tahun 2014. Dalam pasal 2 menyebutkan bahwa pendidikan kepramukaan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Adapun bentuk pelaksanaannya dibagi menjadi 3 (tiga) model yakni Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.
Kegiatan Model Blok dilaksanakan dalam bentuk perkemahan setahun sekali dan diberikan penilaian umum, akan tetapi karena situasi pandemi yang tengah melanda, kegiatan pramuka model blok difokuskan dalam ruangan atau di lingkungan sekolah.
Pembina Ekstrakurikuler Pramuka SMAN 1 Pringgarata, Muhamad Ali Muis menuturkan bahwa kegiatan pendidikan kepramukaan model blok tahun ini terpusat di lingkungan sekolah dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Kita pusatkan kegiatan di sekolah dengan menerapkan protokol yang sangat ketat” ucap pembina pramuka yang akrab disapa Kak Mooe itu.

Dalam rangka menerapkan prokes, panitia membagi peserta menjadi 3 kelompok besar. Masing-masing kelompok tersebut dipecah lagi menjadi 4 kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti kegiatan selama 2 hari.
Selain membagi peserta menjadi beberapa kelompok, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan seperti masker, hand sanitizer, handwase, dan rutin memeriksa suhu tubuh peserta. Jarak peserta juga diatur sedemikian rupa sehingga dapat menghindari kerumunan.
Sumber : edukasinfo.com (14/12/2020)