Keteladanan Dari Para Pahlawan

Setiap tangal 10 November kita selalu memperingati hari pahlawan. Apakah pahlawan kita yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengharapkan diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia ? Tentu jawabannya TIDAK.

Akan tetapi sebagai generasi penerus bangsa tentunya kita harus dapat melaksanakan harapan para pahlawan kita dengan mengisi kemerdekaan yang sudah mereka rebut dengan susah payah dengan mengorbankan harta, benda, bahkan jiwa raganya. Saya jadi ingat ungkapan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya”. Tapi menurut saya, dalam situasi republik ini yang masih berkembang, peringatan hari pahlawan merupakan momentum yang baik untuk meneladani pahlawan kita dan mengaplikasikannya kedalam sikap dan perilaku kita di dalam mengisi kemerdekaan.

Beberapa semangat dan teladan dari pahlawan yang dapat kita warisi antara lain :

  1. Semangat Nasionalisme dan Patriotisme yang tinggi. Dewasa ini sangat sedikit dari putra putri generasi bangsa yang memiliki semangat nasionalisme, bahkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia sudah memudar. Bahkan ada juga yang sudah tidak lagi memiliki rasa nasionalisme. Kita bisa lihat sedikitnya prestasi bangsa ini dimata dunia internasional. Di tingkat pemerintahan pun rasa nasionalismenya juga menurun terbukti dengan masih banyaknya para koruptor dan pejabat publik yang sibuk dengan urusan dan kepentingan pribadi dan golongan. Kesejahteraan ekonomi bagi rakyat justru masih sangat minim. Banyak perusahaan asing yang justru menikmati sumberdaya di Indonesia. Banyak generasi yang bersikap apatis terhadap bangsa sendiri dan justru bersikap westernisasi. Untuk itu, sebagai generasi penerus estapet kemajuan bangsa, saatnya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang kuat serta diimplementasikan kedalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa sebagaimana yang dicontohkan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa ini.
  1. Persatuan dan Kesatuan. Kalau dilihat sekarang rasa persatuan dan kesatuan sudah mulai terkikis. Begitu juga adanya gesekan di masyarakat seperti perkelahian pelajar maupun tawuran antar kampung sering sekali terjadi. Untuk itu, meningkatkan solidaritas dan integritas bangsa harus dilakukan. Generasi bangsa ini tidak boleh terpecah belah oleh kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Sebagai bangsa yang besar dan berideologi pancasila, kita harus bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
  2. Kebersamaan dan Tanggung jawab. Sekarang ini rasa kebersamaan juga sudah mulai luntur. Sebagai contoh pada momen pemilu banyak golongan/partai tertentu yang justru sibuk dengan kepentingan sendiri dan sulit bekerjasama . Di samping itu juga diantara mereka kurang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Terlihat dari masih banyaknya oknum pejabat yang dipidana korupsi. Untuk itu, generasi penerus atau sering disebut-sebut geberasi milenial harus memperbaiki keadaan bangsa ini menjadi lebih baik, lebih maju, bermartabat, dan dihargai dunia internasional.
  3. Cinta Tanah Air. Kepedulian terhadap bumi pertiwi kita Indonesia nampaknya juga menyedihkan, sebagai contoh orang yang mempunyai potensi demi kemajuan bangsa ini lebih memilih berkarir di luar negeri dengan alasan kurangnya perhatian pemerintah dan kecilnya gaji yang diperoleh. Harapan kedepan, bangsa ini disi oleh anak-anak negeri yang peduli akan kemajuan bangsa sendiri.
  4. Rela berkorban tanpa pamrih. Terlebih lagi semangat rela berkorban yang dicontohkan para pahlawan yang rela berkorban apa saja bahkan nyawanya untuk bangsa ini tidak dapat diragukan lagi. Fakta saat ini, tanpa kami ungkapkan dengan rangkaian tulisan tentang kondisi masyarakat, sangat sedikit orang yang mau berkorban tanpa pamrih. Terlebih di tengah globalisasi dan industrialisasi saat ini justru memunculkan sikap individualis dan kelompok-kelompok kapitalis, hedonis, dan konsumtif.

Oleh karena itu mari kita sama-sama merenung dan bertindak sesuai dengan kapasitas kita masing-masing dalam mengisi kemerdekaan ini dengan meneladani semangat perjuangan para pahlawan kita.